PKKMB Day 1

PKKMB UNILA 2024 day 1

Nama                : Yusuf Alif Bahari

NPM                : 2417051043

Prodi                : S-1 Ilmu Komputer

Fakultas            : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kampus            : Universitas Lampung

Tahun ajaran    : 2024


Materi 1

Pemateri:
1. KARO RENA POLDA LAMPUNG Komberspol Andi Azis Nizar S.I.K., M.H., M.Han
2. Wakil Rektor 1: Dr. Eng Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.
3. Wakil Rektor 3: Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si


Rangkuman Materi:

Masyarakat 5.0 berupaya untuk mencapai sinergi yang tinggi antara dunia maya dan dunia fisik, di mana informasi dari dunia nyata dikumpulkan dan dianalisis oleh kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis ini kemudian dikembalikan ke manusia, objek, dan sistem yang terhubung di dunia maya, yang pada akhirnya menciptakan nilai baru. Tantangan yang dihadapi adalah perkembangan teknologi yang begitu cepat, yang bisa menjadi peluang sekaligus ancaman.

Di masa depan, ada potensi kejahatan yang perlu diwaspadai, seperti peretasan data kesehatan, manipulasi AI dalam kejahatan komputer, serta penyalahgunaan teknologi hiburan seperti robot untuk aktivitas yang tidak bermoral. Oleh karena itu, mahasiswa dihadapkan pada pilihan untuk menjadi pribadi yang baik atau tidak, dengan mengikuti prinsip hidup yang benar, beretika, bertanggung jawab, bekerja keras, dan menghormati hak orang lain.

Manusia memiliki peran penting sebagai agen perubahan, memperkuat karakter yang baik, dan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Mahasiswa diharapkan menguasai teknologi informasi dengan baik, contohnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari pembangunan nasional dan penegakan hukum untuk menghadapi kejahatan. Jika terjadi pelanggaran hukum di ruang publik, masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara bebas namun bertanggung jawab, seperti melalui demonstrasi atau pawai, selama tetap menghormati aturan moral.

Jika terjadi pelanggaran, tindakan peringatan bisa dilakukan, dan mahasiswa diharapkan berperan aktif dalam menjaga lingkungan kampus serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian jika ingin mengadakan demonstrasi. Tips dari bapak Kapolda untuk mahasiswa baru adalah memaksimalkan waktu, menjaga sikap dan empati, berorientasi pada perubahan, berprestasi, aktif sesuai perkembangan zaman, dan memiliki pemikiran yang global.


Materi 2

Pemateri: Wakil Rektor 1: Dr. Eng Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.

Moderator : Dr. Abdul Halim, M. Pd

Rangkuman Materi:

Peraturan akademik diatur oleh Menteri dan telah dituangkan oleh Rektor melalui Peraturan No. 2 Tahun 2024. Peraturan ini mencakup tahun akademik, penyelenggaraan pendidikan, hak dan kewajiban mahasiswa, sanksi akademik, serta prosedur pindah studi.

Tugas akhir tidak hanya terbatas pada skripsi, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain, seperti prestasi di bidang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh kementerian atau produk-produk mahasiswa yang dibanggakan, misalnya prototipe yang dihasilkan mahasiswa arsitektur.

Ada juga aturan terkait eligibility, di mana jika tidak memenuhi syarat, mahasiswa tidak akan mendapatkan ijazah. Selain itu, terdapat aturan mengenai sistem pembelajaran. Tahun akademik di perguruan tinggi terdiri dari semester ganjil, genap, dan semester antar ganjil-genap, dengan awal tahun akademik dimulai setiap Agustus. Jika ingin lulus dalam waktu 4 tahun, mahasiswa harus menyelesaikan studi sebelum 28 Agustus tahun keempat.

Penyelenggaraan pendidikan menggunakan sistem SKS (Satuan Kredit Semester). Di tahun pertama, ada paket SKS yang telah ditentukan, dan pada semester ketiga jumlah SKS yang diambil tergantung IPK mahasiswa. Di perguruan tinggi, peran wali kelas digantikan oleh Pembimbing Akademik (PA), yang mendampingi mahasiswa dari awal hingga lulus, membantu dalam menentukan jumlah SKS yang diambil, dan memberikan bimbingan lainnya.

Kurikulum terdiri dari berbagai mata kuliah, dengan beban SKS berbeda tergantung program studi. Misalnya, kurikulum Kimia MIPA berbeda dengan Kimia Teknik. Berdasarkan Pasal 19, mahasiswa diploma harus menyelesaikan 100-120 SKS, dengan minimal 108 SKS, sementara untuk S1 atau D4, beban SKS adalah 144-160 SKS. Studi berlangsung antara 7 hingga 14 semester.

Ada juga program percepatan yang dikenal dengan Fast Track, di mana mahasiswa yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 dapat memulai pengambilan mata kuliah S2 pada semester 6. Mata kuliah tersebut akan ditabung untuk jenjang S2, sehingga mereka bisa menyelesaikan S2 dalam waktu kurang dari 2 tahun.

Universitas Lampung (Unila) memiliki akreditasi unggul, meskipun akreditasi dilakukan pada tingkat program studi, bukan fakultas. Beberapa program studi, seperti MIPA, telah mendapatkan akreditasi internasional.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menawarkan berbagai pilihan, seperti magang, tugas independen, riset, dan kegiatan lainnya sesuai minat mahasiswa.


Materi 3

Pemateri : Diah Utami Ningsih, S.Psi., M.Pd.
Moderator : Dr. Arie Fitria

Rangkuman Materi:

Contoh yang diberikan adalah botol minum yang melambangkan daya tampung masalah; jika daya tampungnya terlampaui, masalah akan meluap (seperti ambang batas menerima masalah yang harus dikeluarkan). Mahasiswa baru akan memasuki fase dunia yang berbeda, tanpa ada lagi yang mengingatkan mereka, sehingga manajemen diri menjadi penting, meskipun terkadang hasilnya tidak sesuai harapan.

Bullying terjadi ketika seseorang membuat orang lain merasa terpojok, dan sering kali pelaku melakukannya untuk mencari popularitas atau dominasi ketika merasa kesepian. Beda antara bercanda dan bullying adalah bahwa bercanda tidak membuat orang lain tersinggung, sedangkan bullying sebaliknya. Setiap orang memiliki sensitivitas psikologis yang berbeda, sehingga jangan anggap bullying sebagai hal sepele. Faktor yang membuat seseorang rentan secara psikologis bisa termasuk lingkungan dan pengalaman hidup.

Bullying bisa bersifat verbal atau fisik dan tidak boleh ada lagi di lingkungan kampus. Mahasiswa harus menjadi pribadi yang matang selama masa kuliah, bukan hanya setelah lulus. Bullying di media sosial dapat menyebabkan kecemasan dan penurunan harga diri, yang bisa membuat korban menghindari interaksi sosial. Ketika ada teman yang cenderung melakukan bullying, ingatkan mereka. Situasi paling kritis terjadi ketika korban mengisolasi diri. Pelaku bullying biasanya tidak bahagia dan mencoba membuat korban merasakan hal yang sama.

Karakteristik pribadi yang sehat adalah yang dapat memberikan pengaruh positif, menjadi tempat curhat yang aman, dan menjadi diri sendiri. Untuk menjadi pribadi yang humanis, penting untuk:

  1. Mengenali diri sendiri.
  2. Bergabung dengan organisasi mahasiswa sesuai dengan bakat dan kebutuhan untuk mengembangkan diri, bukan menjadi "mahasiswa kupu-kupu" (kuliah-pulang-kuliah-pulang).
  3. Menjaga lingkungan sosial yang terbuka dan memiliki arah yang jelas; jangan hanya bergaul dengan teman yang itu-itu saja, perluas jaringan karena orang yang sukses adalah mereka yang mau mengikuti perubahan.
  4. Menjaga diri dan menjadi lebih bebas serta aktif.
  5. Mencegah dan menangani bullying di perguruan tinggi dengan melaporkannya.

Untuk mencegah bullying, Universitas Lampung memiliki PPKS (Pusat Pengendalian Kekerasan di Perguruan Tinggi), yang akan berganti nama. Ingat, tidak ada yang peduli seberapa hebat dirimu sampai mereka melihat seberapa besar kepedulianmu; jika diperlukan, cari bantuan dari ahli.


Materi 4

Pemateri : BRIGJEN TNI RIKAS HIDAYATULLAH, S.E., M.M).
MATERI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA.

Rangkuman Materi:

Prakarsa Indonesia:

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, dengan banyak bahasa dan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keanekaragaman ini adalah keindahan yang bisa menjadi kekuatan besar jika kita bersatu. Namun, saat ini, kita mudah diadu domba karena posisi geografis Indonesia yang sangat strategis dan kekayaannya yang melimpah, baik dalam keanekaragaman hayati maupun sumber daya alam lainnya.

Banyak negara ingin menguasai Indonesia karena kekayaannya, tetapi kita hanya dijadikan konsumen, sehingga kemajuan kita sering terhambat. Indonesia dilemahkan melalui berbagai cara, salah satunya adalah perang proxy, yaitu perang yang mempengaruhi aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain, baik oleh negara maupun non-negara.

Untuk menghadapi ancaman proxy ini, diperlukan kewaspadaan dan kepekaan yang tinggi. Kondisi sosial saat ini menunjukkan bahwa ideologi semakin terpengaruh oleh liberalisme, separatisme, dan komunisme. Dalam politik, masyarakat terpecah belah, sementara ekonomi kita dikuasai dan dikelola oleh pihak asing. Dalam aspek sosial dan budaya, masalah seperti narkoba, hedonisme, pergaulan bebas, dan tawuran merajalela.

Penyalahgunaan narkoba sangat mengkhawatirkan, dengan 15.000 orang meninggal setiap tahun, dan diperkirakan pada tahun 2023, ada 5,1 juta penduduk yang menyalahgunakannya. Polda Lampung pada 26 Juli 2024 berhasil menangkap dan menggagalkan peredaran 30 kg sabu-sabu yang diduga diselundupkan dari Malaysia.

Media sosial juga menjadi ancaman dengan disinformasi, fitnah, penyesatan, provokasi, pengalihan isu, dan pembunuhan karakter. Isu-isu yang sedang tren sering digunakan untuk meragukan Pancasila dan melemahkan nasionalisme.

Dalam aspek pertahanan dan keamanan, contoh-contohnya termasuk sengketa lahan, konflik SARA, pelanggaran perbatasan, separatisme di Papua, dan perang antarsuku di Papua. Kejadian seperti kerusuhan antara pendukung Arema yang menyebabkan 130 orang meninggal juga menambah daftar masalah ini.

Perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan tidak berhasil selama 300 tahun karena terpecah-pecah. Namun, setelah Dr. Soetomo mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908, mulai terjadi kebangkitan nasional yang puncaknya adalah Sumpah Pemuda, yang menyatukan bahasa, tanah air, dan bangsa. Hanya butuh 17 tahun setelah itu untuk merebut kemerdekaan dibandingkan dengan 300 tahun sebelumnya, hingga akhirnya tercapailah Proklamasi.

Kita memiliki potensi besar untuk bersatu dan melakukan transformasi menuju Indonesia Emas. Pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam hal ini. Sebagaimana dikatakan, "Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia." Mahasiswa, sebagai pembelajar dengan derajat tertinggi, harus memulai perubahan besar dengan hal-hal kecil, seperti merapikan tempat tidur. Jika tidak mampu melakukan hal kecil, akan sulit melakukan hal besar. Penting juga untuk memiliki kecerdasan akal dan budi.

Membangun karakter melibatkan:

  • Memiliki integritas.
  • Memiliki jiwa kompetisi.
  • Menjadi contoh atau teladan.
  • Melayani dengan empati, mendengar, dan keterbukaan.

Mengasah keterampilan atau keahlian juga penting, karena seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi contoh dan dihormati oleh bawahannya. Nilai-nilai yang mendukung keterampilan meliputi:

  • Keunggulan.
  • Tanggung jawab.
  • Proaktif.

Membangun kerja sama tim juga krusial, dengan nilai-nilai seperti:

  • Toleransi.
  • Kolaborasi.
  • Saling melengkapi.

Menemukan minat atau passion adalah kunci kesuksesan, karena pembelajaran yang sesungguhnya membutuhkan energi, semangat, dan keinginan yang membara.

Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kecerdasan soft skill, yang meliputi:

  • Keberanian.
  • Kepercayaan diri.
  • Pantang menyerah.
  • Daya juang tinggi.
  • Motivasi tinggi.
  • Kemampuan bergaul.
  • Kemampuan berkomunikasi.
  • Adaptabilitas.

Namun, yang paling penting di atas semua itu adalah adab dan akhlak. Seseorang harus jujur, dan jika melakukan kesalahan, harus berani menghadapinya, bukan menghindar.


Prakarsa Indonesia:

Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman, dengan banyak bahasa dan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keanekaragaman ini adalah keindahan yang bisa menjadi kekuatan besar jika kita bersatu. Namun, saat ini, kita mudah diadu domba karena posisi geografis Indonesia yang sangat strategis dan kekayaannya yang melimpah, baik dalam keanekaragaman hayati maupun sumber daya alam lainnya.

Banyak negara ingin menguasai Indonesia karena kekayaannya, tetapi kita hanya dijadikan konsumen, sehingga kemajuan kita sering terhambat. Indonesia dilemahkan melalui berbagai cara, salah satunya adalah perang proxy, yaitu perang yang mempengaruhi aspek kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain, baik oleh negara maupun non-negara.

Untuk menghadapi ancaman proxy ini, diperlukan kewaspadaan dan kepekaan yang tinggi. Kondisi sosial saat ini menunjukkan bahwa ideologi semakin terpengaruh oleh liberalisme, separatisme, dan komunisme. Dalam politik, masyarakat terpecah belah, sementara ekonomi kita dikuasai dan dikelola oleh pihak asing. Dalam aspek sosial dan budaya, masalah seperti narkoba, hedonisme, pergaulan bebas, dan tawuran merajalela.

Penyalahgunaan narkoba sangat mengkhawatirkan, dengan 15.000 orang meninggal setiap tahun, dan diperkirakan pada tahun 2023, ada 5,1 juta penduduk yang menyalahgunakannya. Polda Lampung pada 26 Juli 2024 berhasil menangkap dan menggagalkan peredaran 30 kg sabu-sabu yang diduga diselundupkan dari Malaysia.

Media sosial juga menjadi ancaman dengan disinformasi, fitnah, penyesatan, provokasi, pengalihan isu, dan pembunuhan karakter. Isu-isu yang sedang tren sering digunakan untuk meragukan Pancasila dan melemahkan nasionalisme.

Dalam aspek pertahanan dan keamanan, contoh-contohnya termasuk sengketa lahan, konflik SARA, pelanggaran perbatasan, separatisme di Papua, dan perang antarsuku di Papua. Kejadian seperti kerusuhan antara pendukung Arema yang menyebabkan 130 orang meninggal juga menambah daftar masalah ini.

Perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan tidak berhasil selama 300 tahun karena terpecah-pecah. Namun, setelah Dr. Soetomo mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908, mulai terjadi kebangkitan nasional yang puncaknya adalah Sumpah Pemuda, yang menyatukan bahasa, tanah air, dan bangsa. Hanya butuh 17 tahun setelah itu untuk merebut kemerdekaan dibandingkan dengan 300 tahun sebelumnya, hingga akhirnya tercapailah Proklamasi.

Kita memiliki potensi besar untuk bersatu dan melakukan transformasi menuju Indonesia Emas. Pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam hal ini. Sebagaimana dikatakan, "Berikan aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia." Mahasiswa, sebagai pembelajar dengan derajat tertinggi, harus memulai perubahan besar dengan hal-hal kecil, seperti merapikan tempat tidur. Jika tidak mampu melakukan hal kecil, akan sulit melakukan hal besar. Penting juga untuk memiliki kecerdasan akal dan budi.

Membangun karakter melibatkan:

  • Memiliki integritas.
  • Memiliki jiwa kompetisi.
  • Menjadi contoh atau teladan.
  • Melayani dengan empati, mendengar, dan keterbukaan.

Mengasah keterampilan atau keahlian juga penting, karena seorang pemimpin yang baik harus bisa menjadi contoh dan dihormati oleh bawahannya. Nilai-nilai yang mendukung keterampilan meliputi:

  • Keunggulan.
  • Tanggung jawab.
  • Proaktif.

Membangun kerja sama tim juga krusial, dengan nilai-nilai seperti:

  • Toleransi.
  • Kolaborasi.
  • Saling melengkapi.

Menemukan minat atau passion adalah kunci kesuksesan, karena pembelajaran yang sesungguhnya membutuhkan energi, semangat, dan keinginan yang membara.

Kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh kecerdasan soft skill, yang meliputi:

  • Keberanian.
  • Kepercayaan diri.
  • Pantang menyerah.
  • Daya juang tinggi.
  • Motivasi tinggi.
  • Kemampuan bergaul.
  • Kemampuan berkomunikasi.
  • Adaptabilitas.

Namun, yang paling penting di atas semua itu adalah adab dan akhlak. Seseorang harus jujur, dan jika melakukan kesalahan, harus berani menghadapinya, bukan menghindar.


Materi 6

Diwakili oleh Bapak Wakil Walikota Bandar Lampung Deddy Amrullah

Rangkuman Materi:

Peran Mahasiswa dalam Era Digital

Bandar Lampung terdiri dari 20 kecamatan dan 126 kelurahan, yang berkembang sejak tahun 1959 dari hanya 4 kecamatan. Saat ini, jumlah penduduknya mencapai 1.100.109 jiwa. Pertumbuhan ekonomi makro Bandar Lampung telah mencapai 5,57 persen di tingkat nasional, dengan indeks pembangunan nasional yang mencapai 73,6 persen, termasuk yang tertinggi di Indonesia, dan tingkat kemiskinan telah menurun menjadi 7,77 persen.

Pentingnya pendidikan dalam pembangunan bangsa tidak bisa diabaikan. Mahasiswa harus memiliki identitas diri yang kuat, yang artinya mereka harus mampu mengembangkan diri sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa merupakan sumber daya manusia utama dalam pembangunan, menjadi kunci dalam memenangkan persaingan di era global. Banyak tantangan yang harus dihadapi, dan oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengikuti hal-hal yang positif.

Mahasiswa juga harus memiliki pandangan yang jauh ke depan dan visi yang jelas. Dengan munculnya teknologi digital, mahasiswa harus menguasai teknologi seperti laptop dan ponsel agar tidak tertinggal. Dampak positif dari teknologi adalah informasi dapat diperoleh dengan cepat. Pemerintah kota Bandar Lampung juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terlibat dalam hal-hal buruk seperti keributan, sehingga kondisi di Bandar Lampung tetap kondusif.

Program pendidikan gratis yang diprakarsai oleh Herman HN sejak tahun 2010, termasuk program Bina Lingkungan untuk siswa berprestasi, merupakan salah satu upaya dalam pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, pembangunan flyover untuk mengatasi kemacetan, pengembangan pendidikan melalui universitas ITERA, serta pembangunan sosial dan keagamaan, merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan di kota ini.




0 Komentar